Audiensi Perwakilan LK KM IPB dengan Rektor IPB

Audiensi Perwakilan LK KM IPB dengan Rektor IPB

Audiensi perwakilan LK KM IPB dengan Rektor IPB

IPBKitaMenindaklanjuti forum lembaga kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa IPB yang bertempat di lobby SC KM IPB Kamis, 30 Mei 2013, maka pada hari Jumat tanggal 31 Mei pukul 10.30-11.45 WIB bertempat di Ruang Pola Gedung Rektorat IPB diadakan audiensi dengan Rektor IPB terkait alokasi dana LK KM IPB. Audiensi dihadiri oleh Rektor IPB Prof. Dr. Herry Suardiyanto M.Sc Direktur Rencana dan Pembangunan IPB dan perwakilan mahasiswa. Perwakilan mahasiswa diantaranya Presiden Mahasiswa IPB sekaligus MWA Unsur Mahasiswa IPB, Sekjen MPM KM IPB, Ketua DPM KM, Lawalata IPB (Perwakilan UKM), Crebs (Perwakilan Himpro), Ketua BEM Fateta (Perwakilan fakultas), ketua DPM TPB dan ketua DPM Diploma.

Audiensi ini dilatarbelakangi oleh adanya kejanggalan pada alokasi dana APBN yang diperoleh IPB, khususnya dana BOPTN untuk kegiatan Lembaga kemahasiswaan. Dana BOPTN tersebut tercantum di RKA IPB 2013 ditujukan untuk kegiatan lembaga kemahasiswaan. namun dalam TOR (term of reference) yang diajukan oleh fakultas, departemen, direktorat TPB, dan direktorat diploma masih memasukkan kegiatan akademik. Selain itu terdapat beberapa LK yang tidak mendapat alokasi dana kemahasiswaan. Sehingga harapannya, audiensi ini menargetkan beberapa tuntutan, diantaranya ketegasan pelaksanaan aturan (terutama RKA IPB), kejelasan alokasi dana, dan kejelasan timeline pendanaan BOPTN.

Muklis, Ketua BEM Fateta memaparkan bahwa dana BOPTN yang dianggarkan dari fakultas untuk kemahasiswaan adalah 30 juta rupiah, Sementara berdasarkan hasil lokakarya LK Fateta BEM Fateta mendapatkan alokasi dana senilai 29 juta rupiah. Sehingga dengan kata lain alokasi BOPTN telah habis hanya untuk membiayai kegiatan BEM Fateta. Yoghi yang merupakan Ketua DPM TPB menambahkan bahwa dana 524,6 juta rupiah yang diperoleh Direktorat TPB dari BOPTN tidak ada yang dialokasikan untuk LK TPB.

Rektor IPB memaparkan bahwa tidak ada kebijakan untuk mengurangi dana kemahasiswaan, bahkan beliau berharap ada peningkatan alokasi dana untuk semua Lembaga kemahasiswaan. Dana APBN 2013 merupakan dana yang paling lambat turun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dana ini menjadi sangat rigid dikarenakan status IPB beralih ke PPK BLU (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum). Beliau juga mengatakan bahwa BOPTN ini baru keluar per 1 Mei 2013. Sehingga untuk kegiatan yang selesai sebelum tanggal 1 Mei 2013 akan diganti dengan alokasi dana yang berasal dari non BOPTN. Prinsip dari dana BOPTN ini adalah harus maksimal pengajuan serta penyerapannya, namun ternyata waktu yang dibutuhkan untuk penyusunan TOR itu sendiri sangat singkat, sehingga penyusunan yang dilakukan tidak maksimal.

Rektor juga mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang terjadi dalam pengalokasian dana BOPTN ini. Hal tersebut dikarenakan informasi yang disampaikan ke fakultas tidak merata, sehingga banyak departemen yang tidak mengajukan dana BOPTN. Namun, beliau mengharapkan bahwa depertemen yang tidak mengajukan tetap memperoleh alokasi dana karena dimungkinkan mengambil alokasi dana dari departemen lain. Terkait dana BOPTN fakultas yang berjumlah Rp 2.974.700.000 Rektor mengatakan bahwa dana tersebut masih dapat dialokasikan ke 9 fakultas yang ada. Menanggapi hal tersebut, Rektor akan melakukan pengkajian TOR yang telah diajukan, “jika tidak reasonable, maka akan dicoret (direvisi)” ujar Rektor. Rektor mengatakan bahwa Dekan dan Direktur merupakan pelaksana kebijakan, sedangkan pengambil kebijakan adalah Rektor sendiri. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya perubahan pada alokasi BOPTN meskipun saat ini menurut pihak fakultas dan direktorat tidak dapat dirubah kembali.

Rektor berjanji akan mengeluarkan kebijakan yang dapat diterima dengan baik oleh seluruh civitas IPB terkait keuangan BOPTN ini. Oleh karena itu, Rektor membutuhkan data-data detail dari lembaga kemahasiswaan. Data-data yang diminta berupa RKAT masing-masing LK tahun ini, RAB (Januari-April) untuk penggantian, dan peta alokasi dana (penyerapan dana) tahun lalu. Data-data tersebut nantinya akan dimatangkan dan dikoordinasikan kembali dengan pihak terkait.

Rektor IPB menganjurkan perlunya sinergisasi dari seluruh kalangan agar peruntukkan dana BOPTN ini dapat terserap baik dan tepat sasaran. Komitmen Rektor untuk mengatasi masalah ini ialah dengan langsung merencanakan rapat koordinasi mengundang pihak fakultas dan direktorat pada hari Senin, 10 Juni 2013 pukul 13.00-16.00 WIB di Gedung Andi Hakim Nasution lantai 6. Kemudian di hari berikutnya, yaitu selasa tanggal 11 Juni 2013 pukul 14.00 WIB Rektor kembali akan berdiskusi dengan perwakilan mahasiswa.

.

.

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa

Institut Pertanian Bogor 2013

.

.

Hario Pranaditya Munif Adinegoro

Share/Bookmark