Simpang-siurnya dana kegiatan kemahasiswaan IPB 2013

Simpang-siurnya dana kegiatan kemahasiswaan IPB 2013

Kronologi Dana Lembaga Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor 2013

IPBKitaSetiap tahunnya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, lembaga kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa IPB selalu menyusun Rencana Anggaran Keluarga Mahasiswa (RAKM). Berdasarkan Undang-undang Dasar Keluarga Mahasiswa IPB pasal 26 ayat 2, Presiden Mahasiswa IPB selaku pemegang mandat pemerintahan eksekutif di KM IPB memiliki kewajiban untuk menyusun dan mengajukan RAKM IPB kepada Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM IPB, untuk selanjutnya dibahas bersama semua LK dan diajukan ke Institusi.

Sebelum melakukan penyusunan RAKM IPB 2013 Presma IPB menggelar beberapa kali pertemuan non-formal guna berbagi informasi dan menjaring aspirasi dari seluruh LK KM IPB (BEM Fakultas, DPM Fakultas, Himpunan Profesi, BEM KM IPB, DPM KM IPB, MPM KM IPB dan Unit Kegiatan Mahasiswa IPB). Bertempat di Student Center IPB sosialisasi penyusunan RAKM IPB dilaksanakan pada Sabtu, 12 Januari 2013. Pada forum tersebut Presma IPB menyampaikan rencana perumusan RAKM IPB bersama seluruh LK sebelum diajukan ke DPM KM IPB. Perumusan RAKM sendiri akhirnya terlaksana pada Jumat, 18 Januari 2013 mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 00.30 WIB dini hari. Dari pertemuan itu diperoleh formulasi pembagian dana yang paling bisa mengakomodir semua kepentingan LK KM IPB. Rencana Anggaran Keluarga Mahasiswa yang diajukan tersebut kemudian disahkan oleh DPM KM IPB setelah melalui proses pembahasan bersama seluruh LK.

Pada saat itu karena belum jelasnya jumlah alokasi dana untuk kegiatan mahasiswa maka RAKM 2013 disusun dengan asumsi dana yang diberikan oleh rektorat pada tahun sebelumnya yaitu 1 milyar rupiah untuk semua LK. Namun karena kondisi keuangan yang tidak jelas, maka semua LK terpaksa menunggu dalam ketidakpastian. Di Majelis Wali Amanat (MWA) IPB sendiri Rencana kerja dan Anggaran baru benar-benar dibahas pada awal April 2013. Berdasarkan RKA IPB 2013 berikut adalah alokasi dana kegiatan kemahasiswaan IPB 2013:

  1. LK Pusat (BEM KM IPB, DPM KM IPB, MPM KM IPB, UKM IPB) sebesar 840 juta rupiah dengan penanggung jawab Direktorat Kemahasiswaan IPB
  2. LK Fakultas (BEM fakultas, DPM Fakultas, Himpunan Profesi) sebesar 2,974 milyar rupiah dengan penanggung jawab masing-masing departemen/fakultas
  3. Program diploma sebesar 75 juta rupiah dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan Diploma IPB
  4. Tingkat Persiapan Bersama  sebesar 524,5 juta rupiah dikelola oleh Direktorat TPB

Setelah pembahasan di MWA IPB, Presma IPB sekaligus anggota MWA IPB dari unsur mahasiswa menggelar forum mahasiswa pada 27 April guna menyampaikan kabar terbaru tentang RKA untuk kegiatan mahasiswa. Lagi-lagi karena belum adanya kejelasan turunnya dana kemahasiswaan maka LK terpaksa menunggu kembali. Baru kemudian mendadak pada 16 Mei Presma IPB dan Ketua DPM KM dimintai bantuan oleh Ditmawa IPB untuk menyusun alokasi dana bagi semua LK karena pada pukul 16.00 WIB besoknya adalahdeadline pengumpulan semua rencana anggaran tiap unit di IPB ke Direktorat Rencana dan Pembangunan IPB. Oleh karena kekhawatiran dengan kepastian alokasi dana untuk LK yang terancam jika tidak dimasukkan maka Presma IPB dan Ketua DPM KM dibantu oleh Sekertaris dan Bendahara DPM KM dan BEM KM bersama Sekjen MPM KM menyusun alokasi keuangan LK mengacu pada formulasi RAKM yang sudah disepakati oleh semua LK IPB.

Tim penyusun mengalami kesulitan karena tidak bisa membuat alokasi untuk LK fakultas disebabkan pengalokasian dana LK fakultas dilakukan melalui fakultas dan departemen masing-masing. Sementara tim penyusun hanya melakukan penyusunan alokasi keuangan untuk LK Pusat yang menjadi tanggung jawab Ditmawa.  Pada saat melihat TOR yang diajukan departemen dan fakultas tim melihat adanya kejanggalan bahwa ada beberapa departemen yang tidak mengajukan dana untuk kegiatan kemahasiswaan dengan kata lain ada kemungkinan beberapa LK fakultas dan departemen tidak mendapatkan dana sama sekali. Berikut adalah beberapa LK yang tidak mendapat jatah dari departemen/fakultasnya: BEM dan DPM Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, serta fakultas Ekologi Manusia, Himakua, Himafarin, Himasper, Himiteka, Himasilkan, Himaproter, Himasiter, Himateta, Himitepa, Himagreto, Imasika, Gumatika, Himalkom, Himafi, Crebs dan Himasiera.

Melihat kondisi tersebut  tim langsung meminta semua LK fakultas menemui wakil dekan untuk menanyakan kejelasan alokasi dana untuk LK fakultas. Selain itu ketua DPM KM langsung menemui Wakil Rekor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAK) untuk mengajukan solusi pembagian dana fakultas agar semua LK mendapatkan alokasi dana kemahasiswaan. Formulasi dana yang disampaikan adalah berdasarkan RAKM IPB 2013 dan WRAK menyetujuinya siang hari 17 Mei 2013. Namun pada malam harinya, direktur kemahasiswaaan IPB mengumpulkan Wakil Dekan se-IPB (yang hadir fakultas A, D, E dan H) untuk membahas permasalahan dana ini. Salah satu hasil dari pertemuan malam itu adalah memutuskan alokasi dana LK fakultas yang awalnya 2,9 milyar rupiah menjadi 1 milyar rupiah. Hal ini diputuskan karena mengaggap kebutuhan LK hanya 1 milyar, padahal itu hanya angka asumsi yang dibuat karena mahasiswa sebelumnya tidak mengetahui besaran dana yang akan diperoleh tahun ini.

Pada tanggal 19 Mei DPM KM IPB mengumpulkan DPM Se-IPB untuk menyampaikan info terbaru dan meminta semua LK fakultas untuk mendesak kejelasan alokasi dana LK departemen/fakultas ke masing-masing wakil dekan. Selang sepuluh hari kemudian pada tanggal 29 Mei, Presma IPB menerima pemberitahuan dari Ditmawa bahwa pada malam sebelumnya terdapat pertemuan wakil dekan yang meminta dana kemahasiswaan seluruh LK dipusatkan kembali ke Ditmawa dengan alokasi dana hanya 1 milyar rupiah.

Sikap Lembaga Kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa IPB 2013

Melihat kondisi demikian seluruh Lembaga Kemahasiswaan IPB kemudian berkumpul pada Kamis 30 Mei untuk menentukan sikap terhadap ketidakjelasan alokasi dana kemahasiswaan ini. Beberapa kejanggalan muncul dalam alokasi dana kemahasiswaan ini, diantaranya:

Menurut RKA IPB yang disahkan pada tanggal 19 April 2013 oleh MWA IPB dengan Ketetapan MWA IPB Nomor 124/MWA-IPB/2013 bahwa dana kegiatan kemahasiswaan BEM/DPM/Himpro (Fak/Dept) adalah sebesar Rp 2.974.710 namun dalam pengalokasiannya malah digunakan untuk kegiatan non-LK sepertifieldtrip. Selain itu dana yang harusnya hanya dipakai untuk LK S1 tersebut malah digunakan untuk kegiatan S1, S2 dan S3.

Jumlah dana yang dianggarkan untuk kebutuhan LK Se-IPB mencapai 4,414 milyar rupiah namun hanya dialokasikan 1 milyar rupiah untuk 98 LK Se-IPB. Selain itu dengan tidak adanya alokasi bagi beberapa LK (misalnya LK TPB yang sama sekali tidak mendapat dana kemahasiswaaan) sama artinya dengan institusi menghambat kemajuan prestasi dari mahasiswa dalam rangka mencapai misi IPB sebagai  kampus prima prestasi. Secara umum kami dapat menyatakan bahwa pelaksana teknis pengalokasian dana kemahasiswaan menyalahi amanah MWA IPB dalam mengalokasikan dana kemahasiswaan IPB 2013.

Untuk itu LK IPB menyatakan sikap:

  1. Meminta pengalokasian dana kemahasiswaaan sesuai perencanaan (RKA IPB 2013) dan menolak segala bentuk penyelewengan dalam penyerapan dana APBN
  2. Mempertanyakan kejelasan alokasi dana kemahasiswaaan bagi Lembaga Kemahasiswaan baik waktu pencairan, sumber dan besarannya
  3. Menuntut adanya forum bersama antara Rektor IPB, WRAK, Direktur Kemahasiswaan, Dekan, Direktur TPB, Direktur Diploma dan Ketua Departemen untuk menyepakati alokasi dana kemahasiswaan dengan mempertimbangkan masukan dari mahasiswa.

Presiden Mahasiswa

Institut Pertanian Bogor 2013

.

.

Muhammad Sigit Susanto

Share/Bookmark