Press Release PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Press Release PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Dana pengganti untuk kegiatan seluruh LK KM IPB periode Januari-April yang tidak dapat didanai dengan menggunakan dana kemahasiswaan (BOPTN) akhirnya dapat diproses pencairannya. Dana pengganti ini bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) IPB. Perjalanan untuk mencapai pencairan dana ini sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. Memo rektor yang dinanti-nanti akhirnya turun ke Biro Keuangan IPB.

 

PERKEMBANGAN PENGGANTIAN DANA PNBP UNTUK KEGIATAN LK PERIODE JAN-APR

Telah kita ketahui bersama bagaimana kondisi keuangan di LK KM IPB. Keuangan BOPTN yang hanya dapat digunakan untuk kegiatan periode Mei-November, membuat beberapa LK terutama LK di wilayah, harus menggunakan dana dari kas internal bahkan dana pribadi untuk menjalankan kegiatan periode Januari-April yang tidak dapat terdanai oleh BOPTN. Belum lagi keterlambatan cairnya dana BOPTN yang baru dapat diakses pada bulan Juli untuk LK tingkat pusat.

Setelah melalui berbagai diskusi termasuk dengan Rektor IPB, akhirnya dana kegiatan Januari-April dapat terganti. Alokasi dana ini bersumber dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang dimiliki oleh IPB. Berita penggantian dana ini sebenarnya sudah ada sejak sekitar bulan April 2013. Pengangkatan terkait berita penggantian dana ini juga dilakukan saat beberapa perwakilan LK melakukan audiensi dengan Rektor IPB, pada bulan Mei 2013, bersamaan dengan pembahasan terkait kondisi dana BOPTN yang saat itu masih mengalami beberapa kendala. Selama masa dari audiensi tersebut (Mei 2013) hingga September 2013, pihak DPM KM bekerja sama dengan MWA UM (Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa) yang dalam hal ini adalah Presiden Mahasiswa KM IPB, tetap berusaha untuk menanyakan terkait perkembangan dana pengganti tersebut, sembari terus membantu mengupayakan dana BOPTN yang bahkan sampai saat ini masih ada wilayah yang belum cair. Hingga bulan Juli, ketika dana BOPTN di pusat (Ditmawa) sudah cair, belum ada kejelasan terkait dana pengganti tersebut.

Sekitar bulan September, berita terkait penggantian dana ini  kembali ditanyakan lebih intens kepada pihak Ditmawa. Namun pihak Ditmawa yang ditanya (Pak Parta) belum kunjung mendapat panggilan dari Biro Keuangan IPB. Menurut beliau, jika memang sudah bisa diproses pencairannya, beliau pasti akan diminta menghadap Biro Keuangan IPB. Oleh karena itu diputuskan melalui rapat perwakilan DPM KM dengan MWA UM (sekitar Oktober) untuk menanyakan langsung kepada Rektor IPB terkait dana pengganti ini.

Kembali ditanyakan, Rektor IPB sempat terkejut karena terkait dana pengganti ini ternyata belum selesai. Setelah diruntut peristiwa ini, ternyata memang sempat terjadi miss communication antara Rektor dengan Biro Keuangan IPB, di mana memo Rektor untuk penurunan dana ini ternyata belum sampai ke Bro Keuangan IPB. Hal ini membuat pihak Biro Keuangan tidak kunjung mencairkan dana PNBP yang akan digunakan untuk mengganti dana kegiatan LK periode Januari-April.

Namun setelah diadvokasikan kembali terkait pencairan dana ini melalui MWA UM, akhirnya memo Rektor ini turun ke Biro Keuangan. Bulan Oktober akhirnya dapat dipastikan terkait kabar dana PNBP yang dijanjikan akan turun untuk mengantikan dana kegiatan LK Januari-April. Setelah mendapat kabar ini, dengan difasilitasi oleh DPM KM, seluruh LK diminta mengumpulkan LPJ yang menjadi prasyarat dalam pencairan dana ini. Memakan waktu lebih kurang satu minggu untuk merekap ulang dan mengumpulkan LPJ LK untuk kegiatan Januari-April.

Pada hari Jumat (01/11/13) kemarin, pihak DPM KM bersama dengan MWA UM, membawa hasil rekapan penggantian dana ke Ditmawa untuk diajukan ke Biro Keuangan IPB. Setelah dipersiapkan surat dan prasyarat-prasyarat lain untuk pencairan dana ini, akhirnya semua siap untuk diserahkan ke Biro Keuangan. Hanya saja kondisinya, pihak Biro Keuangan yang menangani pencairan dana ini (Pak Abdullah) sedang berhalangan untuk ditemui pada hari tersebut. Hal ini baru dapat diketahui siang hari (sekitar pukul 14.00 WIB). Oleh karena itu, pengajuan penggantian dana harus tertunda dulu sementara.

Namun, pada Senin (04/10/13), ketika DPM KM (diwakili oleh Bendahara DPM KM) dan pihak Ditmawa (Pak Parta) kembali mengunjungi Biro Keuangan IPB, pihak yang bersangkutan (Pak Abdullah) masih belum dapat ditemui. Disampaikan oleh rekan kerjanya bahwa beliau masih cuti karena ada pernikahan anaknya sampai hari kamis. Sedangkan pegawai Biro Keuangan IPB yang lain masih belum mendapat transfer informasi terkait dana pengganti tersebut. Rencananya, hari kamis, pihak DPM KM akan kembali ke sana untuk memperjuangkan dana pengganti tersebut. Harapannya pada hari kamis tersebut dapat bertemu dengan beliau dan dana pengganti ini dapat segera dicairkan dalam waktu dekat. Semoga.

 

 

Istiqomah Vista Destiana

Bendahara DPM KM IPB

Share/Bookmark